Rabu, 15 April 2009

Menciptakan Matahari di Bumi (Sumber Energi Alternatif)

TEMPO Interaktif, Washington:Ledakan energi yang dihasilkannya bakal setara dengan sebuah bom hidrogen atau panas dan tekanan yang ditemukan dalam inti matahari. Laser terbesar di dunia yang baru selesai dibuat pada awal April ini adalah "senjata" andalan Departemen Energi Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan energi negaranya yang terus meningkat pesat.

Rangkaian laser itu dibangun dalam National Ignition Facility (NIF) di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, California, selama lebih dari 12 tahun dengan biaya tak kurang dari Rp 39,6 triliun. Laser itu diperkirakan mampu membuat para ilmuwan mencapai reaksi fusi di laboratorium dan memperoleh energi yang jauh lebih besar ketimbang energi yang digunakan untuk menghasilkannya.

Reaksi nuklir yang diciptakan fasilitas tersebut mirip dengan apa yang terjadi di perut matahari. Untuk menghasilkan energi bintang itu, para ilmuwan membuat fasilitas seluas lapangan sepak bola, terdiri atas 192 pemancar laser, yang masing-masing mampu menempuh jarak lebih dari 300 meter dalam seper 1.000 detik.

Laser yang difokuskan untuk menembaki sebuah target sebesar karet penghapus di ujung pensil secara simultan ini mampu menghasilkan temperatur lebih dari 100 juta derajat Celsius. Target itu terpasang di pusat bola bilik target yang beratnya lebih dari 450 ribu kilogram dan diperkuat dengan lapisan beton. "Tergantung bagaimana Anda menghitungnya, laser ini 60 sampai 100 kali lipat lebih energetik daripada sistem laser mana pun yang pernah dibuat," kata Edward Moses, salah satu direktur NIF.

Pancaran dari 192 laser NIF menghasilkan energi 60-70 kali lebih besar daripada sistem 60 pancaran laser di University of Rochester, New York, sistem laser terkuat nomor dua. Laser NIF hanya dapat disaingi fasilitas serupa di Prancis, yang menggunakan sistem 240 pancaran laser. Fasilitas yang kini dalam proses pembangunan dan direncanakan selesai pada 2010 itu diberi nama Laser Megajoule.

Dalam situsnya, NIF menyatakan satu galon air laut akan menghasilkan energi setara dengan 300 galon bensin. Bahan bakar dari 50 cangkir air mengandung energi setara dua ton batu bara.

Untuk membuktikan bahwa sistem laser ini sumber energi yang dapat diandalkan, para ilmuwan akan mengawali sebuah reaksi yang menciptakan energi yang jauh lebih besar ketimbang tenaga yang diperlukan untuk menyalakan laser itu. Mereka menargetkan energi return setidaknya 10 persen.

Reaksi fusi semacam itulah yang terjadi di inti matahari atau ketika sebuah bom hidrogen meledak. Energi yang dihasilkan dari penggabungan atom ini dianggap jauh lebih aman dan bersih ketimbang membelahnya. "Kami menciptakan kondisi yang ada di dalam inti matahari," kata Moses. "Ini tak ubahnya menyadap energi surya sesungguhnya karena reaksi fusi adalah sumber semua energi yang ada di dunia."
---
Cuplikan brita ini bikin gue ingat pelm superhero kesayangan ane
Spiderman 2, yang critanya nglawan doctor octopus...
disitu Dr. Octopus juga lagi meneliti object mirip kayak tulisan di atas,
laser ditembakin ke mutiara yang kemudian menciptakan reaksi fusi mirip matahari...
kalau beneran jadi...
kira-kira teknologi ini bakalan lebih murah dari biaya ngebor minyak mentah gak ya ???
kan kasian bumi kita yang tiap hari ditusuk-tusuk buat disedot minyaknya ^^
yang pasti kalau teknologi ini rampung dan terbukti bisa menghasilkan energi alternatif
yang aman dan ramah lingkungan ^^
hemm, kayaknya negara penghasil minyak gak bisa tidur nyenyak lagi ......
emang ada hubungannya ???
.... go web go!!!
..up...up and away web!!!



0 komentar:

News Feed

Loading...